Eliston Fransiskus Nadeak

Eliston Fransiskus Nadeak
"Sahabat bukanlah matematika yang dapat dihitung nilainya, Ekonomi yang mengharapkan banyak materi, Pancasila yang dituntut oleh undang-undang, tetapi Sahabat adalah Sejarah yang dapat dikenang sepanjang masa"

Rabu, 05 Mei 2010

Seni dan Sepakbola

Duapuluh enam tahun lalu, tepatnya 7 Juli 1974 kita teringat pada Belanda dengan Total Football-nya. Saat itu sedang berlangsung final piala dunia antara Belanda versus Jerman. Siapa saja yang merasa waras saat itu pasti memilih menjagokan Belanda yang keluar sebagai juara daripada Jerman. Orang Jerman sendiri jika ditanya tanpa memedulikan rasa nasionalisme pastilah akan menjawab hal serupa.

Belanda di bawah otak Michel dan kaki Johan Cruyff adalah sebuah imaji tentang ritme permainan sepakbola. Bagaimana membuat sebuah pola taktik menyerang tanpa perlu khawatir pertahanan menjadi longgar, bahkan sebaliknya, macam apa rasanya memiliki maestro secerdas Cruyff, seperti apa jalannya menyajikan sebuah tontonan atraktif yang mampu membuat lawan dan penonton terkagum-kagum, adalah sederet pertanyaan yang telah tuntas dijawab oleh Belanda. Satu-satunya pertanyaan yang saat itu belum dijawab Belanda adalah: mampu memberikan (gelar) apa Total Football bagi sebuah bangsa bernama Belanda?

Malam itu sebuah jawaban dikeluarkan oleh sang maestro, ketika dua gol dari Paul Breitner dan Gerd Muller memangkas sebiji gol Johan Neskens: "Keindahan akan selalu dikenang, bahkan melebihi kemenangan."

Ya, Belanda kalah 2-1 dari Jerman dan dunia berkata "tidak adil!" Sepanjang turnamen, Belanda yang bermain luar biasa, pun ketika menghadapi Jerman, ternyata harus kalah oleh Jerman yang bermain sangat hati-hati dan cenderung tidak menikmati permainan.

Henk Spaan, pengamat sepakbola terkenal asal Belanda mengatakan bahwa apa yang dikatakan Cruyff setelah kekalahan tersebut adalah sebuah "rasionalisasi atas kekalahan". Selepas kekalahan itu banyak orang mulai menikmati sepakbola tidak melulu dengan menang atau kalah, tetapi lebih cenderung sebagai sebuah seni permainan yang mengutamakan skill ketimbang hasil. Dan sejak saat Cruyff mengeluarkan pernyataan yang sampai sekarang masih diyakininya itu, Belanda mulai menjejaki dunia sepakbola dengan sebuah doktrin: keindahan dan permainan menyerang.

Tetapi, tak banyak orang sependapat tentunya. Terlebih bila pertanyaan apakah "keindahan lebih suci ketimbang kemenangan" ditanyakan kepada para penganut pragmatisme sepakbola macam Fabio Capello atau Jose Mourinho, jawabannya sudah kadung tentu kita tahu: "Tidak!" Kita masih ingat bagaimana "pragmatikrasi" dalam sepakbola ini telah banyak membabat keindahan seni dalam sepakbola. Selain Jerman di Piala Dunia 1974, AC Milan pada Piala Champion 1994 dengan Capello juga melakukan hal yang sama. Milan, yang pada malam puncak Piala Champion saat itu bertemu "Dream Team" Barcelona, di atas kertas dan lewat prediksi seorang profesor bidang sepakbola sekalipun sudah divonis akan kalah, melumat habis Barcelona empat gol tanpa balas. Lalu yang paling teraktual adalah Internazionale Milan, yang pada Rabu 20 April 2009 kemarin sukses menghempaskan Barcelona, sang juara bertahan, dengan skor cukup meyakinkan 3-1. 

Pada pertandingan itu Mourinho seakan menjelma menjadi Helenio Herrera, sang arsitek pencetus ide bombastis yang kita kenal dengan sebutan Catenaccio. Pertahanan yang begitu kekar dan tangguh, lini tengah yang padat dan barisan penyerang cerdik juga tangkas, menjadikan Inter malam itu seperti sebuah taifun yang menggulung habis sebuah ladang peternakan domba bernama Barcelona. Kekalahan pada pertandingan fase grup dari Bercelona sebelumnya seperti tak berbekas. Inter layak menang, terlepas dari kepemimpinan wasit yang ditenggarai sebagai biang keladi kekalahan Barcelona . Lalu ramai-ramai orang mengatakan bahwa malam itu adalah kemenangan "seni bertahan".

Sebenarnya apa yang "indah" dan layak dikatakan sebagai "seni"?

Saya ingat Stockhausen, seorang komponis Jerman terkenal, yang tak lama setelah tragedi WTC berujar: "Itulah karya seni terbesar untuk seluruh kosmos." Sejak mengeluarkan pernyataan tersebut ia pun dikecam, karena dianggap melecehkan perasaan keluarga korban dan rakyat Amerika Serikat. Salahkah Stockhausen, bila kita ingat bahwa pada tahun 1911 pelukis Marcel Duchamp pernah mengikutsertakan sebuah sentoran kencing ke dalam sebuah pameran seni rupa di New York ? Sekali lagi, manakah yang bukan "seni" dan layak disebut "seni"?

Diakui atau tidak, ada semacam sebuah otoritas yang begitu punya kuasa dalam penentuan sebuah karya seni. Sebuah karya seni ditopang oleh beberapa hal berikut: institusi dan geografi yang "tepat" dan sebuah fatwa. Katakanlah sebuah kanvas polos berwarna putih yang diletakkan dalam sebuah galeri kesenian ternama yang dipenuhi oleh para mahasiswa jurusan seni, kritikus seni dan seorang kurator johari, yang kompak menyebut bahwa kanvas tersebut mempunyai potensi untuk menyentuh hati tentang "permenungan", "ketiadaan", atau sesuatu yang melambangkan "kesendirian".

Ini menunjukkan ada sebuah institusi di sana (mahasiswa seni, kritikus dan kurator). Ada posisi geografis yang tepat (galeri ternama) dan terdapat fatwa: bahwa kanvas kosong tersebut berpotensi menimbulkan sebuah kesan di hati tiap orang yang melihat. Dengan kata lain, selama sebuah otoritas membaptiskan sesuatu sebagai "seni", maka semua hal dapat dikeramatkan dan masuk dalam wacana kesenian. Begitu sajakah?

Dalam dasar-dasar logika, ada dua buah macam pembenaran yang dipakai untuk menakar persoalan-persoalan dilematis seperti di atas: pembenaran "ontologis" dan pembenaran "epistemologis". Dalam kasus karya seni tadi, pembenaran ontologisnya adalah: "Karena X ada di Tate Moderen, maka X adalah sebuah karya seni." Sedangkan pembenaran epistemologisnya adalah: " Karena X adalah sebuah karya seni, maka X ada di Tate Moderen."

Pembenaran ontologis menganggap bahwa segala macam benda yang dipajang di Tate Moderen adalah sebuah karya seni, sekalipun seonggok daging penuh ulat. Sebaliknya, pembenaran epistomologis masih menyediakan ruang dialog untuk mempersoalkan apakah X merupakan atau kayak disebut karya seni. Sebuah sikap keterbukaan, pertanyaan dan sikap kritis -- termasuk kepada diri sendiri -- memang menjadi semangat utama dalam pembenaran epistemologis. Ini yang tak terdapat sekaligus membedakan dalam pembenaran ontologis.

Sepertinya diperlukan sebuah ruang dialog seperti itulah ketika banyak orang cenderung menganggap Total Football adalah sebuah "seni" dalam permainan sepakbola, sedangkan pragmatisme sepakbola yang mengusung prinsip Catenaccio cenderung haram untuk masuk dalam kategori berkesenian di sepakbola. Ruang dialog seperti ini pula yang sekiranya diperlukan bila Anda ingin percaya bahwa kini saatnya sepakbola bertahan yang menjadi "seni" permainan dalam sepakbola. Terlepas Anda memerlukan ruang dialog itu atau tidak, anda tetap punya otoritas tersendiri untuk memilih.

Semudah dan sesulit itu saja, bukan?

==

* Penulis adalah pecinta sepakbola, mahasiswa, tinggal di Kelapa dua, Depok. Tulisan ini bersifat opini, tidak merupakan dan mencerminkan sikap redaksi.

Selasa, 13 April 2010

ANALASIS PENERAPAN BIAYA DIFERENSIAL DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN MEMBELI ATAU MEMBUAT SENDIRI GAZEBO PADA SANGGAR LINANG SAYANG

Tugas Bahasa Indonesia

Nama : Eliston Nadeak
NPM : 21207268
Kelas : 3eb01


1. Alasan saya membuat PI

Saya ingin mengetahui bagaimana perusahaan menjalankan usahanya dengan menggunakan analisis penerapan biaya diferensial dalam mengambil keputusan membeli atau membuat sendiri Gazebo.

2. Latar belakang PI

Di Era Globalisasi saat ini, tujuan utama mendirikan perusahaan adalah ingin menghasilkan laba yaitu melalui barang dan jasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Keadaan ini diharapkan dapat mempertahankan secara terus menerus agar dapat menjamin kelangsungan hidup suatu usaha yang sedang dijalankan.

Dalam kondisi perekonomian dinegara kita saat ini yang semakin sulit dan persaingan semakin ketat, maka peranan seorang manajer yang dihadapkan pada berbagai macam alternatif pengambilan keputusan yang berkaitan dengan usaha yang sedang dijalankan terutama menyangkut masa yang akan datang.

Untuk menentukan alternatif pengambilan keputusan yang akan dipilih, mereka juga menghadapi masalah ketidakpastian. Oleh sebab itu untuk menghadapi masalah tersebut, seorang manajer dapat mengambil keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang baik diantara alternatif yang ada. Informasi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan adalah Informasi Akuntansi Diferensial yaitu pendekatan atau taksiran perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya yang berbeda dalam serangkaian alternatif. Penyajian informasi yang akurat merupakan syarat utama dari Informasi Akuntansi Diferensial untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusan dan pemilihan alternatif tindakan terbaik diantara alternatif yang ada.

Pentingnya informasi yang akurat untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini adalah biaya diferensial dan pendapatan diferensial. Informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai jumlah biaya dan pendapatan yang akan terjadi jika suatu alternatif tindakan dilaksanakan, dibandingkan dengan jumlah biaya dan pendapatan. Jika alternatif dipilih dengan memilih satu alternatif tersebut, misalkan memberi produk dari pemasok luar, hal ini pasti akan menghentikan kegiatan departemen tertentu. Disamping itu perusahaan menikmati manfaat berupa biaya terhindarkan yang merupakan biaya diferensial.

Berdasarkan uraian diatas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian tentang Biaya Diferensial dengan mengambil judul sebagai berikut “ANALASIS PENERAPAN BIAYA DIFERENSIAL DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN MEMBELI ATAU MEMBUAT SENDIRI GAZEBO PADA SANGGAR LINANG SAYANG”

3. Tujuan saya membuat PI

Tujuan saya dalam penulisan ilmiah ini adalah:
· Saya ingin menganalisa atau memahami keputusan alternatif yang akan dipilih oleh Sanggar Linang Sayang dalam membeli atau membuat sendiri.
· Saya ingin memberikan informasi seberapa besar penghematan yang dapat dilakukan oleh Sanggar Linang Sayang berdasarkan alternatif yang ada.

4. Manfaat dari penulisan ilmiah ini adalah

· Manfaat Akademisi

Manfaat akademisi dari penulisan ini adalah untuk menambah pengetahuan bagi pembaca, tentang materi apa saja yang disajikan oleh penulis.

· Manfaat Praktis

Penulis berharap agar Penulisan ilmiah ini dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengambil seatu keputusan membeli atau membuat sendiri produk dengan menggunakan sistem Biaya Diferensial.

5. Synopsis PI
Menghitung biaya diferensial dalam membuat Gazebo, yaitu: biaya bahan baku, biaya overhead pabrik tetap, biaya overhead pabrik variabel dan biaya tenaga kerja langsung.

Kamis, 08 April 2010

BNI Perkuat Remitansi

    Bank Negara Indonesia menjalinkerjasama dengan PT Pos Indonesia (Possindo) untuk memperkuat layanan pengiriman uang (remittance). Perluasan jaringan  hingga pelosok Indonesia serta pengembangan virtual office dan layanan wessel pos instan diharapkan dapat mendongkrak transaksi pengiriman uang hingga 20- persen tahun ini.
    BNI membidik tenaga kerja Indonesia di Jepang, Korea selatan dan Taiwan, yang bergaji lebih besar dan memiliki keterampilan lebih tinggi. Saat ini, pangsa pasar bank pemerintah itu dalam pengiriman uang milik TKI mencapai 44 persen. Menurut data pemerintah per 2008, jumlah devisa yang diperoleh dari TKI sekitar 80 triliun rupiah.
    TKI di Taiwan, JEpang dan Korea itu potensi yang kita layani ke depan. Di Jepang banyak semiskill. BNI kembangkan jaringan kantor cabang maupun visual office, ujar Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bien Subiantoro.
    Sepanjang 2009, nilai transaksi pengiriman uang, yang dilakukan TKI, individu dan korporasi melalui BNI meningkat 103 persen  menjadi 35, 6 milyard dollar AS. Pendapatan komisi yang ditangguk dari remitansi sebesar 160 milyard rupiah. BNI menargetkan fee based income lebih dari 200 milyar rupiah tahun ini.  

Gagal Bayar Obligasi Picu suspensi Suryainti

    Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham Suryainti Permata Tbk sejak perdagangan sesi pertama. Sebelum dihentikan, harga saham perseroan berkode SIIP berada pada level 8 rupiah per saham.
    Hal itu terkait adanya klaim dari Oversign BV yang menyatakan Suryainti telah gagal memenuhi kewajiban pwmbayaran bunga utangnya senilai 5,03 juta dolar AS atau 50 milyard rupiah yang jatuh tempo 18 januari 2010.
    Bursa memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham Suryainti diseluruh pasar hingga pengumuman lebih lanjut, kata kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor jasa BEI, Umi Kulsum,  dalam keterbukaan informasi dijakarta.
    Dalam pasal 7 perjanjian pinjaman pada 13 juli 2007, gagal bayar bunga utang itu akan dikenai bunga tambahan dua persen pertahun dari tingkat bunga utang sebesar 14,23 persen. Denda itu akan otomatis bertambah terhitung sejak Suryainti gagal bayar.
    Untuk itu, otoritasbursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan informasi yang disampaikan oleh perseoran khususnya dengan pembayaran bunga obligasi Suryainti permata. 

Penerbitan Sukuk Dikaji di Inggris

     Pemerintah Inggris akan mencari upaya untuk menghapus  hambatan teknis bagi penerbitan sukuk atau obligasi Syariah.
     Kalangan profesional pembiayaan syariah di Inggris optimistis bahwapihak parlemen akan membahas regulasi sukuk bulan depan. Ini dinilai akan mendorong pertumbuhan pasar yang selama ini terlambat oleh aturan.
     Bila akhirnya disetujui kebijakan ini membantu pihak-pihak yang menerbitkan obligasi syariah bisa menyelamatkan hingga 10 ribu pounds  atau sekitar 163,2 juta rupiah pertahunnya.
     Sukuk juga merupakan obligasi karena memiliki karakteristik pendapatan tetap tetapi strukturnya memiliki kualitas seperti saham dan mengurangi ketidakpastian.
     Penerbitan sukuk di Inggris didasarkan lebih pada suku fundamental makro-ekonomi. Kendati demikian, menurut orang dalam di industri ini, keputusan ini akan memberikan harapan bagi penerbitan korporasi.
     inggris adalah pusat dari pembiayaan syariah yang paling sempurna, namun sejauh ini tidak ada penerbitan dan pencatatan sukuk di bursa Inggris.

Agar Singkong Jadi Makanan Bergengsi

       Memang tidak mudah mengubah pola konsumsi yang sudah berjalan bertahun-tahun lamanya. Seseorang yang sudah terbiasa mengonsumsi nasi yang berasal dari beras dalam kesehariannya, kemudian dipaksa untuk menyantap bahan pangan nonberas, tentunya membutuhkan waktu untuk beradaptasi.      Anita misalnya, mahasiswi 22 tahun yang kuliah di Universitas Sriwijaya Palembang  itu mengaku terbiasa mengonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya sehari-hari. Nasi itu pula yang dianggapnya sebagai bahan pangan yang memenuhi karbohindrat bagi tubuhnya. Ketika ada seseorang menawarkan umbi-umbian untuk mengantikan nasi sebagai makanan pooknya, Anita langsung menolaknya."Wah, sepertinya sulit. Apalagi umbi-umbian itu belum diolah" ujar gadis 22 tahun itu.
      Anita beralasan ketika mengonsumsi singkong rebus, misalnya lidah terasa hambar sehingga dia sulit untuk menelan penganan itu. Bukan hanya soal rasa, keengganan Anita mengonsumsi singkong atau dikenal jug dengan ketela pohon itu berkaitan dengan soal gengsi.Warga Kota Palembang, itu beranggapan kalau mengonsumsi singkong rebus sebagai makanan sehari-hari, tetangganya kan mengecap dirinya seperti orang desa.
      Gengsi, menurut Harry Susiabto, pengamat perilaku konsumen dari Universitas Indonesia, memang lekat dengan peilaku masyarakat indonesia, disamping rasa dengan penyajian makanan. Harry menganalogikan proses pengenalan makanan Jepang ke Indonesia. Bagi sebagian masyarakat Indonesia makanan-makanan Negeri Sakura itu dianggap cukup bergengsi. Dengan rasa yang pas dilidah dan penyajian menarik, sebagian masyarakat tanah air bisa menerima makanan-makanan asing.

Selasa, 06 April 2010

Pelaporan Keuangan Segmen dan Interim

A. LAPORAN KEUANGAN SEGMEN

Pelaporan informasi keuangan menurut segmen diatur melalui PSAK No.5. PSAK No.5 menjelaskan pelaporan informasi keuangan menurut segmen dari suatu perusahaan, khususnya yang beroperasi dalam industri dan wilayah geografis yang berbeda. Dalam pelaporan informasi keuangan menggambarkan aktivitas masing-masing segmen industri dan enunjukkan komposisi masing-masing wilayah geografis yang dilaporkan.

Statment No.131 mengartikan segmen usaha sebagai bagian dari suatu perusahaan:
1. Yang terlibat dalam aktivitas usaha yang menghasilkan pendapatan mengeluarkan biaya, termasuk pendapatan dan beban antar biaya.
2. Dimana hasil usahanya secara berkala ditelah oleh para pwngambil keputusan diperusahaan.
3. Tersapat informasi keuangan tersendiri.

Beberapa segmen usaha dapat digabungkan jika segmen-segmen tersebut memiliki karakteristik ekonomis yang sama.
Segmen usaha dapat dilaporkan jika melewati batas materialitas. Suatu segmen diangap material jika salah satu dari kriteria dibawah ini tepenuhi:
1. Pendapatannya, termasuk pendapatan antar segmen, berjumlah 10% atau lebih dari total pendapatan semua segmen usaha.
2. Nilai absolute dari laba atau ruginya berjumlah 10% atau lebih dari jumlah seluruh laba dari segmen usaha yang melaporkan laba, atau jumlah absolute semua segmen usaha yang melaporkan rugi.
3. Jumlah aktivanya 10% atau lebih dari gabungan aktiva seluruh segmen usaha.

Lebih jauh lagi, Statment No.131 mensyaratkan bahwa total pendapatan eksternal dari segmen yang perlu dilaporkan setidaknya berjumlah 75% dari total pendapatan konsolidasi. Jika segmen yang dilaporkan tidak memenuhi kriteria ini, maka harus ditambahkan pelaporan atas segmen lain,meskipun tidak memenuhi batas kuantitatif.

B. LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan diantara dua laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan interim dapt disusun secara bulanan, triwulan atau periode lainnya yang kurang dari setahun dan mencakup seluruh komponen laporan keuangan sesuai standard akuntansi keuangan. Secara konseptual, laporan keuangan interim menyediakan innformasi yang lebih tepat waktu tetapi kurang lengkap dibandingkan dengan laporan keuangan tahunan.

Secara umum pengendalian interim merupakan bagian dari masing masing sistem yang digunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional perusahaan atau organisasi tertentu. Sedangkan sistem pengendalian interim merupakan kumpulan dari pengendalian interim, terintegritasi berhubngan dan saling mendukung satu dengan yang lainnya.

Di lingkungan perusahaan pengendalian interim di defeniskan sebagai suatu proses yang diberlakukan oleh pimpinan dan manajemen secara keseluruhan, dirancang untuk memberi satu keyakinan akan tercapainya tujuan perusahaan yang secara umum dibagi kedalam tiga kategori, yaitu:
· Keefektifan dan efisiensi operasional perusahaan
· Pelaporan keuangan yang handal
· Kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang diberlakukan..

Suatu pengendalian interim bisa dikatakan efektif apabila ketiga kategori tujuan perusahaan tersebut dapat dicapai yaitu dengan kondisi:
· Direksi dan management mendapat pemahaman akanarah pencapaian tujuan perusahaan dengan meliputi pencapaian tujuan atau target perusahaan, termasuk juga kinerja, tingkat probabiitas dan keamanan sumber daya perusahaan.
· Laporan keuangan yang dipublikasikan adalah handal dan dapat dipercaya, yang meliputi laporan segmen maupun interim.
· Prosedur dan peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan sudah sitaati dan sipatuhi dengan semestinya.

C. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN SEGMEN DAN INTERIM


Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atau sember dayayang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapt membuat keputusan ekonomi. Keptusan ini mencakup, misalnya keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kuantitatif, laporan keuangan sekurang-kurangnya disususn dan disajikan setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah pemakai. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi dan lopran posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai neraca. Data-data yang disajikan dalam laporan keuangan berkaitan satu sama lain secara fundamental. Oleh sebab itu, laporan keuangan disajikan untuk maksud-maksud dan tujuan-tujuan tertentu.

Tujuan dan manfaat laporan keuangan adalah memebrikan informasi keuangan suatu badan usaha yang digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan ekonomi. Para pemakai laporan keuangan tersebut akan menggunakan untuk meramalakan , membandingkan dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan yang diambilnya. Agar tujuan laporan keuangan tersebut dapat dicapai, maka laporan keuangan harus memenuhi karakteristik kuantitatif laporan keuangan sebagai berikut:
a. Dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh penmakai. Dan informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit diphami oleh pemakai.
b. Relevan
Maksudnya adalah informasi laporan keuangan perusahaan harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.
c. Keandalan
Keandalan laporan keuangan harus memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapt disajikan
d. Dapat dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antara periode untuk mengidentifikasikan kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara efektif.