Eliston Fransiskus Nadeak

Eliston Fransiskus Nadeak
"Sahabat bukanlah matematika yang dapat dihitung nilainya, Ekonomi yang mengharapkan banyak materi, Pancasila yang dituntut oleh undang-undang, tetapi Sahabat adalah Sejarah yang dapat dikenang sepanjang masa"

Rabu, 05 Mei 2010

Sri Mulyani Mundur, Program Ekonomi 5 Tahun Tetap


Mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) tidak akan mengganggu program-program ekonomi yang sudah disusun selama lima tahun ke depan.

"Bapak Wapres memastikan program-program ekonomi Indonesia sampai lima tahun tidak akan berubah hanya karena mundurnya Sri Mulyani," kata Jubir Wapres Yopie Hidayat, di Jakarta, Rabu (5/5/2010).

Dia menambahkan, bila pemerintah akan mencari penggantinya, yang kalibernya paling tidak bisa memberi jaminan adanya kebijakan yang pro-pertumbuhan, pro-poor, dan pro-job.

"Yang penting makroekonomi yang prudent dan fiskal yang berhati-hati. Ini policy culture. Kehati-hatian dalam memanaje fiskal. Dan juga secara mikro. Sebaiknya jangan alergi dari mana saja," tandasnya.

Menurutnya, Presiden dan Wapres akan sangat hati-hati dalam memilih orang sebagai pengganti Menkeu. "Masalah latar belakang nanti. Belum ada rencana pertemuan Pak Boed dengan Sri Mulyani. Hak prerogatif presiden untuk memilih.

BCA Bagi Dividen Rp110/Saham


PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membagikan dividen final sebesar Rp2,68 triliun atau atau setara dengan 39 persen dari laba bersih 2009 perseroan yang mencapai Rp6,81 triliun. Dengan demikian, dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp110 per saham.

"Dividen yang dibagikan Rp2,68 triliun atau 39 persen dari laba bersih 2009," jelas manajemen perseroan dalam hasil keputusan RUPS Tahunan dalam siaran pers kepada okezone di Jakarta, Rabu (5/5/2010).

Sebelumnya perseroan telah membayarkan dividen interim sebesar Rp40 per saham pada 2 Desember 2009. Dengan demikian, perseroan akan membayarkan dividen final sebesar Rp70 per saham. Namun, jadwalnya belum ditentukan oleh perseroan.

Pemegang saham juga telah memberikan persetujuan atas laporan keuangan tahunan dan laporan dari komisaris untuk tahun buku 2009 termasuk pembebasan tanggung jawab kepada dewan komisaris dan dewan direksi. "Kami tidak mengagendakan perubahan komisaris dan direksi dalam RUPS ini

Seni dan Sepakbola

Duapuluh enam tahun lalu, tepatnya 7 Juli 1974 kita teringat pada Belanda dengan Total Football-nya. Saat itu sedang berlangsung final piala dunia antara Belanda versus Jerman. Siapa saja yang merasa waras saat itu pasti memilih menjagokan Belanda yang keluar sebagai juara daripada Jerman. Orang Jerman sendiri jika ditanya tanpa memedulikan rasa nasionalisme pastilah akan menjawab hal serupa.

Belanda di bawah otak Michel dan kaki Johan Cruyff adalah sebuah imaji tentang ritme permainan sepakbola. Bagaimana membuat sebuah pola taktik menyerang tanpa perlu khawatir pertahanan menjadi longgar, bahkan sebaliknya, macam apa rasanya memiliki maestro secerdas Cruyff, seperti apa jalannya menyajikan sebuah tontonan atraktif yang mampu membuat lawan dan penonton terkagum-kagum, adalah sederet pertanyaan yang telah tuntas dijawab oleh Belanda. Satu-satunya pertanyaan yang saat itu belum dijawab Belanda adalah: mampu memberikan (gelar) apa Total Football bagi sebuah bangsa bernama Belanda?

Malam itu sebuah jawaban dikeluarkan oleh sang maestro, ketika dua gol dari Paul Breitner dan Gerd Muller memangkas sebiji gol Johan Neskens: "Keindahan akan selalu dikenang, bahkan melebihi kemenangan."

Ya, Belanda kalah 2-1 dari Jerman dan dunia berkata "tidak adil!" Sepanjang turnamen, Belanda yang bermain luar biasa, pun ketika menghadapi Jerman, ternyata harus kalah oleh Jerman yang bermain sangat hati-hati dan cenderung tidak menikmati permainan.

Henk Spaan, pengamat sepakbola terkenal asal Belanda mengatakan bahwa apa yang dikatakan Cruyff setelah kekalahan tersebut adalah sebuah "rasionalisasi atas kekalahan". Selepas kekalahan itu banyak orang mulai menikmati sepakbola tidak melulu dengan menang atau kalah, tetapi lebih cenderung sebagai sebuah seni permainan yang mengutamakan skill ketimbang hasil. Dan sejak saat Cruyff mengeluarkan pernyataan yang sampai sekarang masih diyakininya itu, Belanda mulai menjejaki dunia sepakbola dengan sebuah doktrin: keindahan dan permainan menyerang.

Tetapi, tak banyak orang sependapat tentunya. Terlebih bila pertanyaan apakah "keindahan lebih suci ketimbang kemenangan" ditanyakan kepada para penganut pragmatisme sepakbola macam Fabio Capello atau Jose Mourinho, jawabannya sudah kadung tentu kita tahu: "Tidak!" Kita masih ingat bagaimana "pragmatikrasi" dalam sepakbola ini telah banyak membabat keindahan seni dalam sepakbola. Selain Jerman di Piala Dunia 1974, AC Milan pada Piala Champion 1994 dengan Capello juga melakukan hal yang sama. Milan, yang pada malam puncak Piala Champion saat itu bertemu "Dream Team" Barcelona, di atas kertas dan lewat prediksi seorang profesor bidang sepakbola sekalipun sudah divonis akan kalah, melumat habis Barcelona empat gol tanpa balas. Lalu yang paling teraktual adalah Internazionale Milan, yang pada Rabu 20 April 2009 kemarin sukses menghempaskan Barcelona, sang juara bertahan, dengan skor cukup meyakinkan 3-1. 

Pada pertandingan itu Mourinho seakan menjelma menjadi Helenio Herrera, sang arsitek pencetus ide bombastis yang kita kenal dengan sebutan Catenaccio. Pertahanan yang begitu kekar dan tangguh, lini tengah yang padat dan barisan penyerang cerdik juga tangkas, menjadikan Inter malam itu seperti sebuah taifun yang menggulung habis sebuah ladang peternakan domba bernama Barcelona. Kekalahan pada pertandingan fase grup dari Bercelona sebelumnya seperti tak berbekas. Inter layak menang, terlepas dari kepemimpinan wasit yang ditenggarai sebagai biang keladi kekalahan Barcelona . Lalu ramai-ramai orang mengatakan bahwa malam itu adalah kemenangan "seni bertahan".

Sebenarnya apa yang "indah" dan layak dikatakan sebagai "seni"?

Saya ingat Stockhausen, seorang komponis Jerman terkenal, yang tak lama setelah tragedi WTC berujar: "Itulah karya seni terbesar untuk seluruh kosmos." Sejak mengeluarkan pernyataan tersebut ia pun dikecam, karena dianggap melecehkan perasaan keluarga korban dan rakyat Amerika Serikat. Salahkah Stockhausen, bila kita ingat bahwa pada tahun 1911 pelukis Marcel Duchamp pernah mengikutsertakan sebuah sentoran kencing ke dalam sebuah pameran seni rupa di New York ? Sekali lagi, manakah yang bukan "seni" dan layak disebut "seni"?

Diakui atau tidak, ada semacam sebuah otoritas yang begitu punya kuasa dalam penentuan sebuah karya seni. Sebuah karya seni ditopang oleh beberapa hal berikut: institusi dan geografi yang "tepat" dan sebuah fatwa. Katakanlah sebuah kanvas polos berwarna putih yang diletakkan dalam sebuah galeri kesenian ternama yang dipenuhi oleh para mahasiswa jurusan seni, kritikus seni dan seorang kurator johari, yang kompak menyebut bahwa kanvas tersebut mempunyai potensi untuk menyentuh hati tentang "permenungan", "ketiadaan", atau sesuatu yang melambangkan "kesendirian".

Ini menunjukkan ada sebuah institusi di sana (mahasiswa seni, kritikus dan kurator). Ada posisi geografis yang tepat (galeri ternama) dan terdapat fatwa: bahwa kanvas kosong tersebut berpotensi menimbulkan sebuah kesan di hati tiap orang yang melihat. Dengan kata lain, selama sebuah otoritas membaptiskan sesuatu sebagai "seni", maka semua hal dapat dikeramatkan dan masuk dalam wacana kesenian. Begitu sajakah?

Dalam dasar-dasar logika, ada dua buah macam pembenaran yang dipakai untuk menakar persoalan-persoalan dilematis seperti di atas: pembenaran "ontologis" dan pembenaran "epistemologis". Dalam kasus karya seni tadi, pembenaran ontologisnya adalah: "Karena X ada di Tate Moderen, maka X adalah sebuah karya seni." Sedangkan pembenaran epistemologisnya adalah: " Karena X adalah sebuah karya seni, maka X ada di Tate Moderen."

Pembenaran ontologis menganggap bahwa segala macam benda yang dipajang di Tate Moderen adalah sebuah karya seni, sekalipun seonggok daging penuh ulat. Sebaliknya, pembenaran epistomologis masih menyediakan ruang dialog untuk mempersoalkan apakah X merupakan atau kayak disebut karya seni. Sebuah sikap keterbukaan, pertanyaan dan sikap kritis -- termasuk kepada diri sendiri -- memang menjadi semangat utama dalam pembenaran epistemologis. Ini yang tak terdapat sekaligus membedakan dalam pembenaran ontologis.

Sepertinya diperlukan sebuah ruang dialog seperti itulah ketika banyak orang cenderung menganggap Total Football adalah sebuah "seni" dalam permainan sepakbola, sedangkan pragmatisme sepakbola yang mengusung prinsip Catenaccio cenderung haram untuk masuk dalam kategori berkesenian di sepakbola. Ruang dialog seperti ini pula yang sekiranya diperlukan bila Anda ingin percaya bahwa kini saatnya sepakbola bertahan yang menjadi "seni" permainan dalam sepakbola. Terlepas Anda memerlukan ruang dialog itu atau tidak, anda tetap punya otoritas tersendiri untuk memilih.

Semudah dan sesulit itu saja, bukan?

==

* Penulis adalah pecinta sepakbola, mahasiswa, tinggal di Kelapa dua, Depok. Tulisan ini bersifat opini, tidak merupakan dan mencerminkan sikap redaksi.

Selasa, 13 April 2010

ANALASIS PENERAPAN BIAYA DIFERENSIAL DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN MEMBELI ATAU MEMBUAT SENDIRI GAZEBO PADA SANGGAR LINANG SAYANG

Tugas Bahasa Indonesia

Nama : Eliston Nadeak
NPM : 21207268
Kelas : 3eb01


1. Alasan saya membuat PI

Saya ingin mengetahui bagaimana perusahaan menjalankan usahanya dengan menggunakan analisis penerapan biaya diferensial dalam mengambil keputusan membeli atau membuat sendiri Gazebo.

2. Latar belakang PI

Di Era Globalisasi saat ini, tujuan utama mendirikan perusahaan adalah ingin menghasilkan laba yaitu melalui barang dan jasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Keadaan ini diharapkan dapat mempertahankan secara terus menerus agar dapat menjamin kelangsungan hidup suatu usaha yang sedang dijalankan.

Dalam kondisi perekonomian dinegara kita saat ini yang semakin sulit dan persaingan semakin ketat, maka peranan seorang manajer yang dihadapkan pada berbagai macam alternatif pengambilan keputusan yang berkaitan dengan usaha yang sedang dijalankan terutama menyangkut masa yang akan datang.

Untuk menentukan alternatif pengambilan keputusan yang akan dipilih, mereka juga menghadapi masalah ketidakpastian. Oleh sebab itu untuk menghadapi masalah tersebut, seorang manajer dapat mengambil keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang baik diantara alternatif yang ada. Informasi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan adalah Informasi Akuntansi Diferensial yaitu pendekatan atau taksiran perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya yang berbeda dalam serangkaian alternatif. Penyajian informasi yang akurat merupakan syarat utama dari Informasi Akuntansi Diferensial untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusan dan pemilihan alternatif tindakan terbaik diantara alternatif yang ada.

Pentingnya informasi yang akurat untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini adalah biaya diferensial dan pendapatan diferensial. Informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai jumlah biaya dan pendapatan yang akan terjadi jika suatu alternatif tindakan dilaksanakan, dibandingkan dengan jumlah biaya dan pendapatan. Jika alternatif dipilih dengan memilih satu alternatif tersebut, misalkan memberi produk dari pemasok luar, hal ini pasti akan menghentikan kegiatan departemen tertentu. Disamping itu perusahaan menikmati manfaat berupa biaya terhindarkan yang merupakan biaya diferensial.

Berdasarkan uraian diatas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian tentang Biaya Diferensial dengan mengambil judul sebagai berikut “ANALASIS PENERAPAN BIAYA DIFERENSIAL DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN MEMBELI ATAU MEMBUAT SENDIRI GAZEBO PADA SANGGAR LINANG SAYANG”

3. Tujuan saya membuat PI

Tujuan saya dalam penulisan ilmiah ini adalah:
· Saya ingin menganalisa atau memahami keputusan alternatif yang akan dipilih oleh Sanggar Linang Sayang dalam membeli atau membuat sendiri.
· Saya ingin memberikan informasi seberapa besar penghematan yang dapat dilakukan oleh Sanggar Linang Sayang berdasarkan alternatif yang ada.

4. Manfaat dari penulisan ilmiah ini adalah

· Manfaat Akademisi

Manfaat akademisi dari penulisan ini adalah untuk menambah pengetahuan bagi pembaca, tentang materi apa saja yang disajikan oleh penulis.

· Manfaat Praktis

Penulis berharap agar Penulisan ilmiah ini dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengambil seatu keputusan membeli atau membuat sendiri produk dengan menggunakan sistem Biaya Diferensial.

5. Synopsis PI
Menghitung biaya diferensial dalam membuat Gazebo, yaitu: biaya bahan baku, biaya overhead pabrik tetap, biaya overhead pabrik variabel dan biaya tenaga kerja langsung.

Kamis, 08 April 2010

BNI Perkuat Remitansi

    Bank Negara Indonesia menjalinkerjasama dengan PT Pos Indonesia (Possindo) untuk memperkuat layanan pengiriman uang (remittance). Perluasan jaringan  hingga pelosok Indonesia serta pengembangan virtual office dan layanan wessel pos instan diharapkan dapat mendongkrak transaksi pengiriman uang hingga 20- persen tahun ini.
    BNI membidik tenaga kerja Indonesia di Jepang, Korea selatan dan Taiwan, yang bergaji lebih besar dan memiliki keterampilan lebih tinggi. Saat ini, pangsa pasar bank pemerintah itu dalam pengiriman uang milik TKI mencapai 44 persen. Menurut data pemerintah per 2008, jumlah devisa yang diperoleh dari TKI sekitar 80 triliun rupiah.
    TKI di Taiwan, JEpang dan Korea itu potensi yang kita layani ke depan. Di Jepang banyak semiskill. BNI kembangkan jaringan kantor cabang maupun visual office, ujar Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bien Subiantoro.
    Sepanjang 2009, nilai transaksi pengiriman uang, yang dilakukan TKI, individu dan korporasi melalui BNI meningkat 103 persen  menjadi 35, 6 milyard dollar AS. Pendapatan komisi yang ditangguk dari remitansi sebesar 160 milyard rupiah. BNI menargetkan fee based income lebih dari 200 milyar rupiah tahun ini.  

Gagal Bayar Obligasi Picu suspensi Suryainti

    Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham Suryainti Permata Tbk sejak perdagangan sesi pertama. Sebelum dihentikan, harga saham perseroan berkode SIIP berada pada level 8 rupiah per saham.
    Hal itu terkait adanya klaim dari Oversign BV yang menyatakan Suryainti telah gagal memenuhi kewajiban pwmbayaran bunga utangnya senilai 5,03 juta dolar AS atau 50 milyard rupiah yang jatuh tempo 18 januari 2010.
    Bursa memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham Suryainti diseluruh pasar hingga pengumuman lebih lanjut, kata kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor jasa BEI, Umi Kulsum,  dalam keterbukaan informasi dijakarta.
    Dalam pasal 7 perjanjian pinjaman pada 13 juli 2007, gagal bayar bunga utang itu akan dikenai bunga tambahan dua persen pertahun dari tingkat bunga utang sebesar 14,23 persen. Denda itu akan otomatis bertambah terhitung sejak Suryainti gagal bayar.
    Untuk itu, otoritasbursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan informasi yang disampaikan oleh perseoran khususnya dengan pembayaran bunga obligasi Suryainti permata. 

Penerbitan Sukuk Dikaji di Inggris

     Pemerintah Inggris akan mencari upaya untuk menghapus  hambatan teknis bagi penerbitan sukuk atau obligasi Syariah.
     Kalangan profesional pembiayaan syariah di Inggris optimistis bahwapihak parlemen akan membahas regulasi sukuk bulan depan. Ini dinilai akan mendorong pertumbuhan pasar yang selama ini terlambat oleh aturan.
     Bila akhirnya disetujui kebijakan ini membantu pihak-pihak yang menerbitkan obligasi syariah bisa menyelamatkan hingga 10 ribu pounds  atau sekitar 163,2 juta rupiah pertahunnya.
     Sukuk juga merupakan obligasi karena memiliki karakteristik pendapatan tetap tetapi strukturnya memiliki kualitas seperti saham dan mengurangi ketidakpastian.
     Penerbitan sukuk di Inggris didasarkan lebih pada suku fundamental makro-ekonomi. Kendati demikian, menurut orang dalam di industri ini, keputusan ini akan memberikan harapan bagi penerbitan korporasi.
     inggris adalah pusat dari pembiayaan syariah yang paling sempurna, namun sejauh ini tidak ada penerbitan dan pencatatan sukuk di bursa Inggris.